Archive for the ‘apostolic’ Category

Model pelayanan kaum muda yang keempat dalam buku Youth Ministry in the 21st Century: Five View (2015), Chap Clark (Ed.) adalah The Ecclesial View of Youth Ministry oleh Fernando Arzola.

Youth ministry in the 21st century

Jika Chap Clark dengan model Adoption menekankan pada relasi antar generasi di dalam jemaat lokal. Arzola melangkah lebih jauh dengan menekankan pada relasi antara pelayanan kaum muda kini dengan gereja di sepanjang sejarah.

Maksud utama dari Arzola di dalam tulisannya adalah untuk mengusulkan sebuah konsep Eklesiologi yang sering diabaikan di dalam pelayanan kaum muda. Pelayanan kaum muda hanya berfokus pada unsur praktis seperti Pemuridan dan Pujian Penyembahan. Arzola berpendapat bahwa pelayan kaum muda perlu memahami konsep Eklesiologi yang ada di dalam perjalanan panjang sejarah gereja. Namun, secara khusus ia menekankan pentingnya Eklesiologi dari gereja Abad Mula-mula karena dianggap memiliki keterikatan yang kuat dengan masa kehadiaran Kristus di bumi. Eklesiologi dari Abad Mula-mula dianggap yang paling murni untuk membangun sebuah pelayanan gereja. Eklesiologi ini harus menjadi dasar untuk membangun sebuah pelayanan kaum muda.

Penggalian kembali akan kekayaan dari gereja Abad Mula-mula menjadi penting karena gereja masa kini sudah terjebak di dalam pengaruh buruk yang diwariskan dari Abad Pencerahan. Ada dua masalah yang dilihat oleh Arzola: pertama, penekanan pada pragmatisme, di mana gereja mengadopsi model-model dari dunia bisnis dan mengaplikasikannya di dalam gereja demi tujuan keefektifan. Kedua, penekanan pada individualisme, bahwa pemuridan, penyembahan dan khotbah di dalam gereja semuanya hanya diarahkan kepada pertumbuhan rohani seseorang secara individu.

Ada empat karakteristik gereja yang diakui di Abad Mula-mula yang diangkat oleh Arzola, antara lain: gereja itu satu, gereja itu kudus, gereja itu katolik, gereja itu apostolik. Gereja itu satu karena berasal dari Kristus yang satu. Gereja itu kudus sehingga gereja harus mendasarkan kekudusannya pada kekudusan Kristus. Gereja itu katolik karena seluruh gereja itu terhubung satu dengan yang lain di sepanjang masa dan tempat. Gereja itu apostolik artinya gereja harus berakar pada pengajaran rasul.

Pemahaman yang tepat tentang Eklesiologi dan sejarah gereja akan mencegah pemimpin kaum muda untuk menciptakan sebuah pelayanan gereja yang hanya didasari oleh karakter dan tempramen pemimpin. Sebaliknya, pemahaman tentang keempat karakteristik gereja ini akan menolong pelayan kaum muda, baik sebagai individu maupun komunitas lokal untuk melihat keluar kepada gereja yang lebih luas, universal dan yang pernah ada di dalam sejarah. Eklesiologi ini harus menjadi presuposisi dan teori di dalam membangun model pelayanan kaum muda.

Hal yang disayangkan dari apa yang diusulkan oleh Arzola adalah bahwa ia hanya berfokus pada teori dari pada paktek. Ia tidak mengusulkan sebuah model pelayanan kaum muda yang didasarkan pada presuposisi atau teori yang ia kemukakan tetapi ia hanya menyediakan sebuah perspektif yang ia pikir telah hilang dari pelayanan kaum muda. Perspektif yang ia bangun dari tiga tokoh yang menggali kembali kekayaan gereja di zaman Patristik, seperti Donald G. Bloesch, Thomas C. Oden dan Robert E. Webber.

Tampaknya pandangan pelayanan kaum muda yang Ecclesial hanya memberikan sebuah pelajaran bahwa anak muda harus diajarkan bahwa Allah bekerja di dalam sejarah gereja dan kehadiran mereka kini memiliki relasi dengan gereja segala masa dan tempat.

Advertisements